Kamis, 05 Juni 2008

Journal psikologi eksperimen



I. TEMA
“Pengaruh musik Ska terhadap kemampuan koordinasi visual motorik pada Eksperimen Steadiness Tester, pada Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”

Disusun Oleh :
Hany Ammaria ( 06710016 )
Diah Putri M ( 06710017 )
Amul Husni F ( 06710021 )
Gria Romadhaniati ( 06710022 )
Windry Wibowo A ( 06710023 )
Purna Listianto ( 06710026 )
Rini Fitriani ( 06710027 )
Ferdiyansyah ( 06710028 )
Wira Arsyi H ( 06710029 )
Oktafiana Fajri ( 06710030 )

Jogjakarta, 2008
PRODI PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA

II.DASAR TEORI
A.KOORDINASI VISUAL MOTORIK
a.Pengertian visual
Sistem visual manusia terdiri dari mata, beberapa bagian di otak, dan jalur yang menghubungkan mereka. Visual menurut kamus lengkap psikologi J.P. Chaplin adalah menyinggung penglihatan atau daya lihat.
b.Pengertian motorik
Motorik adalah pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi (Elizabeth B. Hurlock, 1978)
c.Koordinasi visual motorik
Koordinasi visual motorik merupakan gabungan antara pengendalian gerakan jasmaniah dengan aspek visual.
d. Hal-hal yang dapat mempengaruhi visual-motorik
Koordinasi visual motorik seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain konsentrasi terhadap suatu obyek. Hal ini juga sangat mempengaruhi ketenangan seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Juga berpengaruh terhadap banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan tugas tersebut. Koordinasi visual motorik ini dapat juga dipengaruhi oleh stimulus lain disekitarnya yang mungkin dapat mengacaukan konsentrasi seseorang. Sedangkan menurut ( Elizabeth B Harlock) ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi visual motorik, di antaranya adalah :
lingkungan
fisik
mental
kemampuan mengendalikan tubuh
Seandainya tidak ada gangguan lingkungan atau fisik atau hambatan mental yang mengganggu perkembangan motorik, secara normal seseorang akan siap menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Hurlock, 1978). Dan salah satu gangguan yang ada dalam lingkungan adalah musik.

B. Musik SKA
a. Pengertian musik
Musik adalah prilaku sosial yang kompleks dan universal. Setiap masyarakat memiliki apa yang disebut dengan musik (Blacking, 1995) dan setiap masyarakatnya adalah pemusik. Menurut Abler (1989), musik memiliki semua karakter penting dari sistem kimia, genetika dan bahasa manusia. Sedangkan menurut Sloboda (1998), secara tegas mengatakan bahwa perasaan manusia terikat dengan bentuk musik, karena terdapat konsistensi dalam respon musik yang secara relatif memberikan lingkungan yang sama.
Tempo sebuah musik merupakan salah satu karakteristik ekspresi emosi atau menjadi sebuah pengalaman misik bagi pendengaran seseorang ( Jansma & de Vries, 1995 ). Dapat di katakan bahwa karakteristik musik seperti modus,irama, dan tempo yang dirasakan pendengar dapat menjadi sebab untuk mengekspresikan emosi ( Gabrielson & Lindstrom, 2001 )
b. Pengertian musik ska
Musik ska adalah bentuk musik jamaika yang sudah ada sejak 1950an. Dengan memadukan unsur-unsur jazz, blues, dan mento. Bunyi musik ska dikenali melalui penempatan bunyi gitar yang ditekankan accented dan rima piano cantik. Perkataan “ska” berasal dari onomatopoeic dalam tradisi sastra atau juga rima musik. Musik ska merupakan bahasa universal yang berasal dari jiwa tanpa mengenal umur, status, gender, agama, dan ras, sehingga mendorong semua orang yang mendengar irama ini untuk bernyanyi dan berdansa bersama mengikuti beat.



III. HIPOTESIS
“Ada perbedaan kemampuan koordinasi visual motorik antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen yang menggunakan distraksi musik ska pada eksperimen steadiness tester”

IV. VARIABEL PENELITIAN
a.Independent Variabel : musik ska.
b.Dependent Variabel : kemapuan visual motorik.
c.Definisi Operasional :
1.kemampuan visual motorik :
Koordinasi visual motorik merupakan gabungan antara pengendalian gerakan jasmaniah dengan aspek visual. Gerakan motorik yang diamati kali ini adalah koordinasi antara gerakan tangan, dan penglihatan seseorang dalam eksperimen steadiness tester, dengan distraksi musik ska.
2.musik ska
Musik ska adalah musik yang merupakan perpaduan dari beberapa instrumen musik seperti gitar, bass, drum, melodi, serta menggunakan irama saxophone sebagai ciri khasnya. Dalam eksperimen ini musik ska digunakan sebagai stimulan, untuk mempengaruhi konsentrasi testee terhadap jalanya percobaan.
d.Control Variabel :
1.Testee adalah Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
2.Usia testee (OP) 17-25 tahun.
3.Jenis kelamin (OP) laki-laki dan perempuan.
4.OP dalam keadaan sehat, tidak mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, dan motorik
5.OP belum pernah melakukan eksperimen yang sama..
6.Penerangan dalam ruang eksperimen cukup dan sama untuk setiap OP.
7.Treatment diberikan dalam ruangan individual (tertutup). Hal ini dimaksudkan untuk mengontrol volume musik ska.

V. METODE PENELITIAN
a. Desain Penelitian :
Two Groups Desain, yaitu desain penelitian yang di dalamnya terdapat dua kelompok dimana subyek dipilih secara random dan ditempatkan dalam treatment condition melalui random assigment untuk menentukan siapa saja yang masuk kedalam kelompok pertama (kelompok kontrol), dan kelompok kedua (kelompok eksperiment).
b. Teknik pengambilan sampel :
1. Random assaigment yaitu dengan mengundi atau mengacak masing-masing subyek satu persatu untuk menentukan siapa yang akan masuk pada kelompok kontrol (kelompok 1) dan siapa yang akan masuk kelompok eksperimen (kelompok 2). Dalam eksperiment ini randomisasi dilakukan dengan pengundian nomor.
2. OP terdiri dari 10 orang yang terdiri dari dua kelompok :
a.Kelompok kontrol (5 orang) diminta menguji kemampuan visual motorik dengan alat Steadiness tester, dengan tidak diberi perlakuan.
b.Kelompok eksperimen (5 orang) diminta menguji kemampuan visual motorik dengan alat Steadiness tester dengan diberi perlakuan berupa alunan musik beraliran ska dengan kapasitas volume yang sama.

VI. PROSEDUR
A. Material (Alat-alat dan bahan eksperiment)
1.Satu buah alat steadiness tester.
2.Speaker aktif.
3.MP3 Player.
B. Prosedur pelaksanaan.
1.Persiapkan alat : tekan tombol ON untuk mengaktifkan alat Steadiness tester, pastikan Display timer menyala dan semua tombol berfungsi normal.
2.OP masuk dengan diiringi musik ska dengan volume yang terkontrol. Dengan tujuan agar tidak terjadi gangguan saat pengarahan.
3.Subjek duduk di depan alat dengan posisi yang simetris dan siap memegang tongkat penghubung.
4.Tester duduk berhadapan dengan alat Steadeness tester.
5.Instruksi : “Di sini terdapat tongkat dan lubang, tugas anda adalah memasukkan tongkat penghubung kedalam ring (lubang) yang terdapat dihadapan anda sampai menyentuh tombol sensor.”
6.Percobaan dilakukan 10 kali, dimulai dengan 5 percobaan pertama tanpa menggunakan perlakuan dan diteruskan dengan 5 percobaan terakhir dengan menggunakan perlakuan.
7.Saat treatmen hanya terdapat seorang tester yang dibantu seorang pencatat dan juga seorang observer untuk setiap testee. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengamatan pada testee.
C. Skoring
Banyaknya time and error pada setiap trial yang nampak pada display timer.
D. Analisis Hasil
Pada tahap ini dicari skoring dari masing-masing individu untuk kemudian diukur seberapa jauh perbedaan yang menyimpang dari standar stimulus. Serta membandingkan perbedaan yang menyimpang tersebut antara eksperimental group (yang diberikan perlakuan) dan kontrol group ( yang tidak diberikan perlakuan denagn menggunakan rumus Uji-t. (uji perbedaan antara dua kelompok))

VII. PENCATATAN HASIL

1.Tanpa Perlakuan

No             Objek Percobaan                                Control Group         
         Nama                Sex         Umur               Time           Error
1     Asri Fitri        Perempuan    18                   30,8              9
2       Erik                Laki-laki      18                   16,6               6
3       Heru               Laki-laki      18                   01,8              4
4     Sudarno           Laki-laki      20                   13,3             13
5 M. Abdul Haris   Laki-laki      18                   02,2              4


2.Dengan Perlakuan

No             Objek Percobaan                               Control Group
        Nama              Sex            Umur             Time            Error
1     Depi S.         Laki-laki         22                  15,3                0
2     Erick            Laki-laki        20                   04,0               7
3     Ririn           Perempuan     18                   03,1               4
4    Wildan         Laki-laki         22                   06,0               8
5     Kiki             Laki-laki         22                    07,1               3


VIII. PENGOLAHAN HASIL

Error

Statistik      Kelompok Kontrol         Kelompok Eksperimen
                              Error                                    Error
N                              5                                            5
∑X                          36                                          22
∑X2                       318                                        138
x                             7,2                                         4,4
SD                       3,4293                                  2,8705
SDm2                 2,9400                                 2,0599


SDbM = 2,2360
t = 7,2 - 4,4
2,2360
= 1,2522

db = 5 + 5 – 2 = 8

t 1% = 3,36 > t hitung
t 5% = 2,31 > t hitung




Time
Statistik   Kelompok Kontrol    Kelompok Eksperimen
                          Time                            Time
N                           5                                   5
∑X                       64,7                             35,5
∑X2                1409,17                         346,11
x                       12,94                               7,1
SD                  10,6953                         4,3373
SDm2            28,5974                         4,7030


SDbm = 5,7706

t = 1,0120

db = 5 + 5 – 2 = 8

t 1% = 3,36 > t hitung
t 5% = 2,31 > t hitung


IX. KESIMPULAN PENELITIAN
1.Tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan terhadap tingkat error pada kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen
2.Tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan terhadap waktu yang dibutuhkan pada kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen

X. PEMBAHASAN
Hasil penelitian dengan menggunakan alat stadiness tester membuktikan musik ska tidak berpengaruh terhadap tingkat error dan waktu yang dibutuhkan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Musik ska ini dikenakan pada kelompok eksperimen karena ingin membuktikan apakah musik ska dapat menyebabkan tremor sehingga berpengaruh kepada kemampuan koordinasi visual motorik. Gemetar yang dialami kelompok eksperimen ini diharapakan terjadi, karena itu menunjukan bahwa musik ska dapat mempengaruhi koordinasi visual motorik. Koordinasi visual motorik adalah gabungan antara pengendalian gerakan jasmaniah dengan aspek visual atau kemampuan individu untuk bereaksi terhadap stimulus.
Tremor merupakan suatu getaran yang muncul atas reaksi terhadap situasi-situasi yang ada. Situasi-situasi yang dapat memunculkan tremor diantaranya adalah ketika individu dihadapkan pada situasi yang baru baginya, situasi yang mengancam fisiknya, yang mengancam harga dirinya, ataupun ketika individu ditekan untuk melakukan sesuatu di luar kemampuannya. Yang dimaksud tremor adalah gerakan-gerakan otot tanpa terkendali dan berlangsung secara ritmis. Atau bisa juga diartikan sebagai geletar yang tidak dapat dikendalikan dari otot-otot, biasanya terbatas pada satu sistem otot kecil tertentu atau mengenai daerah-daerah khusus (Kartini Kartono & Dali Gulo, 2003). Sedangkan menurut J.P. Chaplin terjemah Kartini Kartono (2005) tremor atau getaran merupakan suatu guncangan atau geletarnya tungkai dan lengan atau seluruh tubuh. Tremor ini terjadi tidak hanya pada kelompok yang diberi perlakuan dengan musik ska, namun terjadi juga pada kelompok kontrol. Ini terjadi bisa karena disebabkan oleh beberapa hal, antara lain ;
1.Intensitas mendengarkan musik ska setelah melakukan percobaan kurang, sehingga tidak mempengaruhi kemampuan koordinasi visual motorik pada kelompok eksperimen.
2.Minat pada musik ska. Artinya, bisa jadi testee yang memang minat pada musik ska, dengan adanya musik ska tidak mempengaruhi koordinasi visual motorik.
3.Ruangan, ruangan yang digunakan untuk percobaan kebetulan tidak dilakukan di ruang individual, namun dilakukan di ruang kuliah yang luas, sehingga ruangan inipun mempengaruhi konsentrasi testee.
4.Cahaya yang terlalu terang bagi kelompok tanpa perlakuan.
5.Hubungan emosional antara tester dengan testee yang dapat juga mempengaruhi pelaksanaan percobaan.
6.Testee yang tegang karena belum tahu jenis atau bentuk tes seperti apa yang akan dilakukannya dapat pula menyebabkan tremor.
Ciri fisik dari beberapa subjek yang mengaku mengalami tremor/ gemetar ketika melakukan test dengan alat Steadiness Tester – Hole Type antara lain; beberapa mengaku gugup, mereka gemetaran pada tangan atau anggota badan yang lain, berkeringat dan jantung berdebar keras. Tremor tidak terbukti hanya dialami kelompok eksperimen saja yang diberi distraksi dengan musik ska, namun tremor juga dialami oleh kelompok kontol ketika mengerjakan tes Steadiness Tester – Hole Type.
Munculnya tremor ini menyebabkan berkurangnya koordinasi visual motorik. Jika individu dapat menguasai koordinasi visual motoriknya itu berarti dia mampu melakukan tes dengan Steadiness Tester Hole Type dengan tremor yang sedikit tapi sebaliknya, jika individu tidak mampu menguasai koordinasi visual motorik dengan baik maka ia akan mengalami banyak tremor dan ketika memasukan tongkat dengan melewati lubang ia akan lebih banyak menyentuh tepi lubang kawat dan mengakibatkan skor errornya meningkat.

XI. KESAN-KESAN SELAMA EKSPERIMEN
Pada eksperimen pertama ini, dengan alat Steadiness Tester, banyak kesan-kesan yang unik dan mengesankan. Mulai dari testee yang gugup dalam memberi intruksi kepada OP dikarenakan ini merupakan praktikum pertama bagi testee. Selain itu, karena ini pengalaman pertama kali bagi para testee, maka dalam persiapannyapun sedikit kurang maksimal. Dari OP sendiri, ada sebagian OP yang tegang karena ini merupakan pertama kalinya bagi OP melakukan praktikum. Karena tegang tersebut terjadi tremor dari para OP.




Mengetahui
Asisten Dosen

-----------------------------------------------
Hakiki Qurrotu Ayunin, S. Psi
Yogyakarta, Maret 2008
Eksperimenter ---------------------------------
(Kelompok 3)






DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, R.L., Atkinson, R.C., Smith, E.E., Bem, D.J. 1998. Pengantar Psikologi Edisi Kesebelas Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga
Chaplin, J.P., Terjemahan Kartini Kartono. 2005. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Djohan. 2005. Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku Baik
Kartono, Kartini & Gulo, Dali. 2000. Kamus Psikologi. Bandung: Pionir Jaya
Harlock, Elizabeth B.


LAMPIRAN LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI
EKSPERIMEN
Control Group
1. Nama eksperimenter : Hany Ammaria
Nomor Mahasiswa : 06710016
Nama Subyek : Asri Fitri
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 18 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steadiness tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Duduk tegak, pandangan ke depan, dan jari-jari bergetar
Interpretasi : Gugup

2. Nama eksperimenter : Wira Arsyi Habibi
Nomor Mahasiswa : 06710029
Nama Subyek : Erik
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 18 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Duduk tegak, pandangan lurus ke alat, senyum-senyum
serta tangan gemetar
Interpretasi : Gugup dan tegang.
3. Nama eksperimenter : Ferdiyansyah
Nomor Mahasiswa : 06710028
Nama Subyek : Heru Maulidiyanto
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 18 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Stadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Tatapan mata lurus ke depan, duduk tegak, fokus pada alat
Interpretasi : Serius

4. Nama eksperimenter : Gria Romadhaniati
Nomor Mahasiswa : 06710022
Nama Subyek : Sudarno
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 20 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Pandangan lurus ke depan, senyum-senyum
Interpretasi : Subjek santai, tidak tegang



5. Nama eksperimenter : Purna Listianto
Nomor Mahasiswa : 06710026
Nama Subyek : M. Abdul Haris
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 18 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Stadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Tatapan mata ke depan, tangan gemetar
Interpretasi : Subjek gugup dan tegang

Eksperiment Group

6. Nama Eksperimenter : Diah Putri Mahanani
Nomor Mahasiswa : 06710017
Nama Subyek : Depi Supidin
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur : 22 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Duduk tegak, pandangan ke depan, senyum-senyum
Interpretasi : Subjek tenang, santai dan tidak gugup.


7. Nama eksperimenter : Oktafiana Fajri
Nomor Mahasiswa : 06710030
Nama Subyek : Erick
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 19 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Duduk tegak, senyum-senyum
Interpretasi : Subjek serius tapi santai.

8. Nama eksperimenter : Rini Fitriani Permata Sari
Nomor Mahasiswa : 06710027
Nama Subyek : Ririn
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 18 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Tangan gemetar dan senyum-senyum.
Interpretasi : Subjek tegang




9. Nama eksperimenter : Amul Husni Fadlan
Nomor Mahasiswa : 06710021
Nama Subyek : Wildan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 22 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steasdiness Tester
Nomor Eksperimen :1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Posisi badan tegak, pandangan lurus ke alat.
Interpretasi : Serius tapi santai.

10. Nama eksperimenter : Windri Wibowo Adi
Nomor Mahasiswa : 06710023
Nama Subyek : Kiki
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur :22 Tahun
Pendidikan : Mahasiswa
Nama Eksperimen : Steadiness Tester
Nomor Eksperimen : 1
Tanggal Eksperimen : 13 Maret 2008
Waktu Eksperimen : 09.30 – 11.10 WIB
Tempat Eksperimen : Ruang Kelas Eksperimen
Observasi Subyek : Duduk tegak, pandangan lurus ke depan pada alat,
senyum-senyum.
Interpretasi : Subjek santai, tidak tegang.















Tidak ada komentar: